Skip to Content

Pengertian, Fungsi dan Tugas Perbankan

January 6, 2016 • Michael Hills

Perbankan merupakan kegiatan yang saat ini banyak digeluti hampir sebagian masyarakat Indonesia. Namun, sepertinya masih banyak yang belum mengetahui apa sebenarnya pengertian, fungsi dan tugas perbankan itu sendiri. Umumnya perbankan identik dengan masalah keuangan, entah itu berupa simpanan, pinjaman, giro, dan lain sebagainya. Artikel ini akan mengupas dengan lengkap mengenai pengertian dan fungsi serta tugas-tugas perbankan. Tapi sebelum membahas pengertian, fungsi dan tugas perbankan secara lebih lanjut, ada baiknya sedikit menyimak sejarah perbankan terlebih dahulu.

– Sejarah Perbankan

Sistem perbankan pertama kali dikenal pada masa Babylonia. Perbankan kemudian lebih berkembang saat berjayanya Yunani Kuno dan Romawi Kuno. Ketika itu, kegiatan perbankan hanyalah tukar-menukar uang saja, tetapi lama-kelamaan fungsi dan tugas perbankan bertambah menjadi tempat peminjaman serta tempat penitipan uang. Uang yang disimpan di bank kemudian dipinjamkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sejarah perbankan di Indonesia berkembang pada masa penjajahan Hindia Belanda. Fungsi dan tugas perbankan waktu itu pun tidak jauh berbeda dengan zaman Yunani dan Romawi Kuno, yaitu sebagai tempat penukaran, penitipan, dan peminjaman uang. Beberapa bank milik Hindia Belanda memegang peranan penting dalam sejarah perbankan di Indonesia. Bank-bank tersebut di antaranya adalah De Post Paar Bank. De Escompto Bank NV, De Algemenevolks Crediet Bank, Nationale Handles Bank (NHB), De Javasche NV, dan Nederland Handles Maatscappij (NHM).

Selain bank-bank milik Hindia Belanda, terdapat juga bank-bank milik pribumi dan milik Eropa, Jepang serta Cina, yaitu Bank Nasional Indonesia, Bank Abuah Saudagar, Batavia Bank, NV Bank Boemi, The Bank of China, dan The Matsui Bank.

 border=

Tak dapat dipungkiri bank-bank yang berjaya di zaman penjajahan Hindia Belanda menjadi tonggak majunya sistem perbankan di Indonesia, yang tentunya juga meningkatkan fungsi dan tugas perbankan dari yang awalnya hanya sebagai tempat penukaran uang, menjadi lebih kompleks lagi.

Setelah kemerdekaan RI, semakin banyak bank-bank yang didirikan untuk menjaga stabilitas perekonomian di Indonesia, beberapa di antaranya yakni Bank Negara Indonesia (BNI) yang didirikan pada tahun 1946, Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang berdiri tanggal 22 Februari 1946, serta Bank Indonesia (BI) yang pertama kali didirikan di Palembang pada tahun yang sama. Ketiga bank tersebut masih berjaya hingga sekarang dan merupakan bank-bank yang terhitung sukses.

– Pengertian Perbankan

Pengertian perbankan berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Dapat disimpulkan bahwa bank ialah badan usaha milik negara maupun swasta yang memiliki fungsi dan tugas perbankan untuk menghimpun serta menyalurkan dana ke masyarakat dan melakukan kegiatan lain yang berhubungan dengan keuangan.

Sistem perbankan di Indonesia menganut asas demokrasi ekonomi. Maksudnya ialah perbankan menjalankan tugasnya dengan prinsip adil serta penuh kehati-hatian. Sementara itu, tujuan dari perbankan itu sendiri adalah menunjang pelaksanaan perekonomian di Indonesia, menunjang pembangunan nasional dan meningkatkan pemerataan pembangunan, serta mengawasi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional demi kesejahteraan hajat hidup orang banyak.

– Fungsi dan Tugas Perbankan

Fungsi dan tugas perbankan tentunya tidak lepas dari masalah keuangan. Bank yang bertujuan untuk menunjang pelaksanaan pembangunan serta menjaga stabilitas perekonomian, memiliki tugas yang sangat kompleks. Berikut fungsi perbankan secara umum :

1) Sebagai penghimpun dana

Penghimpun dana di sini maksudnya adalah bank berfungsi untuk mengumpulkan dana dari masyarakat berupa usaha perbankan seperti simpanan giro atau tabungan maupun deposito. Namun dana yang dihimpun tak hanya berasal dari masyarakat, tetapi juga dari sumber lain seperti dana yang bersumber dari modal saat mendirikan bank, dan juga dana yang bersumber dari lembaga keuangan lain yang berupa pinjaman.

2) Sebagai penyalur atau pemberi kredit bank

Sistem perbankan tidak hanya berpusat pada penghimpunan dana saja, namun juga kegiatan penyaluran dana dan pemberian kredit kepada masyarakat. Dana tersebut tidak sembarang dipinjamkan, melainkan disalurkan dalam bentuk kredit untuk keperluan usaha. Melalui fungsinya ini, bank akan mendapatkan keuntungan dari program bagi hasil yang biasanya menjadi syarat utama ketika akan meminjam uang, atau bisa juga dengan menetapkan bunga kredit.

Sayangnya pemberian kredit ini memiliki banyak risiko yang tentunya dapat merugikan pihak bank. Oleh karena itu, penyaluran dana berupa sistem kredit ini harus dilakukan dengan sangat teliti dan hati-hati. Jika suatu bank mengalami kerugian, maka bank tersebut akan dilikuidasi atau dihentikan usaha perbankannya. Selain pemberian kredit, dana dapat juga disalurkan melalui pembelian surat-surat berharga.

3) Sebagai pelayan jasa

Bank berfungsi untuk melayani lalu lintas keuangan dan melakukan kegiatan perbankan lainnya seperti pengiriman uang, pembuatan kartu kredit, cek wisata, inkaso, dan berbagai aktivitas perbankan lainnya.

Sistem perbankan juga memiliki tiga fungsi utama yang lain, yaitu agent of trust, agent of development, dan agent of services. Fungsi agent of trust adalah bank sebagai lembaga yang berlandaskan kepercayaan (trust) antara penghimpun dana dan penyalur dana. Kepercayaan sangat penting dimiliki agar kegiatan perbankan antara kedua belah pihak seperti penyimpanan uang dan penyaluran uang berupa kredit dapat berjalan dengan lancar.

Fungsi agent of development adalah bank sebagai lembaga yang memobilisasi dana untuk kegiatan pembangunan ekonomi. Kegiatan tersebut berupa investasi, distribusi, dan konsumsi barang atau jasa. Sementara fungsi agent of services adalah bank sebagai lembaga yang menawarkan jasa kepada masyarakat. Jasa yang ditawarkan tentunya berhubungan dengan kegiatan perbankan.

Sementara itu, berikut adalah fungsi dan tugas perbankan secara umum :

1. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter

a. Menetapkan target moneter dengan mempertimbangkan laju inflasi yang sedang terjadi

b. Melakukan pengendalian moneter dengan cara operasi pasar terbuka di pasar uang (rupiah ataupun valuta asing), penetapan diskonto, menetapkan cadangan wajib minimum, serta pengaturan dan pembiayaan kredit

2. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran

a. Melaksanakan dan memberikan persetujuan atau izin atas jasa sisa pembayaran

b. Mengharuskan untuk membuat dan menyampaikan laporan kegiatan kepada penyelenggara jasa sistem pembayaran

c. Menetapkan penggunaan alat pembayaran

Demikian penjelasan mengenai sejarah, pengertian, fungsi dan tugas perbankan. Kegiatan perbankan merupakan kegiatan yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Hadirnya bank memberikan banyak manfaat yang sangat menguntungkan tak hanya bagi bank itu sendiri, melainkan juga bagi masyarakat dan juga negara.

Categories: Blog
Comments Off on Pengertian, Fungsi dan Tugas Perbankan